This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Selasa, 11 Maret 2014

Soal Teori Akuntansi (Bag II)

Seperti dalam studi Ball dan Brown (1968) mengapa reaksi pasar terjadi sebelum pengumuman (laba) itu sendiri dilakukan. Di dalam short window dan long window dalam pengujian reaksi pasar, mana yang memberi bukti yang lebih kuat atas usefulness informasi akuntansi

Jawaban :
Penelitian mengenai pengaruh kandungan informasi terhadap harga saham pertama kali dilakukan oleh Ball dan Brown (1968). Penelitian tersebut menguji apakah pengumuman laba (earnings announcement) mempunyai hubungan positif dengan harga saham. Hasilnya menunjukkan adanya abnormal return positif akibat pengumuman. Sejalan dengan penelitian tersebut, Beaver (1968) menemukan bukti bahwa pengumuman laba mempunyai kandungan informasi yang mempengaruhi reaksi investor yang tercermin pada perubahan harga dan volume saham perusahaan bersangkutan. Bamber (1986) yang meneliti pengaruh kandungan informasi pengumuman laba tahunan juga menyimpulkan adanya reaksi pasar yang positif, yang tercermin dari harga dan volume saham yang diperdagangkan meningkatkan setelah pengumuman laba tersebut. Beza (1997) membuktikan bahwa perusahaan yang mengumumkan laba tahunannya secara signifikan akan mengalami peningkatan volume perdagangan dibanding sebelum pengumuman laba tersebut. Choi (2002) juga menemukan pengaruh (implikasi) pengumuman earnings terhadap subsequent return perusahaan yang melakukan publikasi tersebut. Hal ini mengindikasikan bahwa pasar merespon secara positif pengumuman tersebut. Sampel yang diambil dalam penelitian Ball dan Brown (1968), adalah perusahaan-perusahaan yang listing di NYSE dan berfokus pada informasi tentang pendapatan. Pendapatan untuk perusahaan NYSE secara khusus dipublikasikan melalui media sebelum dilakukannya penerbitan aktual atas laporan tahunan. jadi hal tersebut relatif lebih mudah bagi investor untuk memutuskan ketika informasi tersebut pertama kali dikeluarkan menjadi konsumsi public.Hal ini akan membuat pasar segera bereaksi atas adanya informasi pendapatan yang dipublikasikan tersebut, walaupun informasi tersebut bukan diterbitkan secara resmi oleh perusahaan yang bersangkutan. Bila informasi tersebut good news, dapat dipastikan bahwa pasar akan bereaksi positif atas saham perusahaan yang bersangkutan. Namun apabila yang terjadi adalah bad news, maka yang akan terjadi adalah sebaliknya, yaiu reaksi pasar yang sifatnya negatif. Usefullness dari informasi akuntansi akan jauh lebih kuat dalam short window atau observasi yang dilakukan beberapa hari sebelum pengumuman earning. Alasannya yaitu dalam short window faktor-faktor lain yang mempengaruhi laba relatif lebih sedikit. Sehingga informasi akuntansi akan sangat berpengaruh bagi pengguna informasi untuk kepentingan pembuatan keputusan. Hubungan dalam short window memberikan dukungan yang kuat terhadap decision usefulness karena memberikan usulan bahwa informasi akuntansi yang secara aktual mendorong revisi kepercayaan investor dan juga return sekuritas. Short window dapat memberi bukti lebih kuat atas usefulness informasi akuntansi karena selama short window ada beberapa kejadian spesifik perusahaan yang relative terjadi dari pada laba bersih yang mempengaruhi pengembalian saham. Selain itu, jika kejadian lain terjadi, seperti stock splits atau pengumuman dividen, hal tersebut dapat mempengaruhi perusahaan. Sebuah gabungan short window diantara pengembalian sekuritas dan informasi akuntansi menyarankan bahwa pengungkapan akuntansi merupakan sumber informasi baru untuk investor. Sedangkan evaluasi return dalam long-window bagaimanapun membuka kemungkinan adanya return yang diperoleh melalui faktor yang lain selain earnings.

Dalam EMH seharusnya tidak ada reaksi pasar atas perubahan prosedur akuntansi, tetapi mengapa manajer masih melakukan manajemen laba ?

Jawaban :

Manajer yang rasional akan mempertimbangkan terjadinya konsekuensi ekonomi yang menyatakan bahwa pemilihan kebijakan akuntansi akan mempengaruhi tidak hanya tehadap teori pasar sekuritas efisien, tetapi juga terhadap nilai perusahaan. Jika kebijakan tersebut penting bagi manajemen, maka kebijakan akuntansi juga penting bagi investor yang mempunyai kepemilikan atas perusahaan tersebut. Hal ini dikarenakan manajer mungkin akan mengubah operasional perusahaan yang terjadi karena perubahan kebijakan akuntansi. Dengan kata lain bahwa pelaporan akuntansi dapat mempengaruhi keputusan sebenarnya yang dibuat oleh manajer dan pihak lainnya daripada hanya mencerminkan hasil dari keputusan. Pasar dapat menggunakan earnings management untuk menduga atau mengambil kesimpulan mengenai informasi dari dalam. Dan juga, ketika tingkat dari earnings management itu baik, maka penentuan standar yang merupakan keterbatasan dari pilihan akuntansi akan menurunkan kemampuan pelaporan keuangan untuk mengungkapkan informasi dari dalam. Selain itu ada beberapa lasan terkait pilihan manajer untuk melakukan manajemen laba antara lain adalah :
  • Manajemen laba dapat meningkatkan kepercayaan pemegang saham terhadap manajer.
  • Manajemen laba berhubungan erat dengan tingkat perolehan laba atau prestasi usaha suatu organisasi, hal ini karena tingkat keuntungan atau laba dikaitkan dengan prestasi manajemen dan juga besar kecilnya bonus yang akan diterima oleh manajer.
  •  Manajemen laba juga dapat memperbaiki hubungan dengan pihak kreditor. Perusahaan yang terancam default yaitu tidak dapat memenuhi kewajiban pembayaran utang pada waktunya, perusahaan berusaha menghindarinya dengan membuat kebijakan yang dapat meningkatkan pendapatan maupun laba. Dengan demikian akan memberi posisi bargaining yang relatif baik dalam negoisasi atau penjadwalan ulang utang antara pihak kreditor dengan perusahaan.
  •  Manajemen laba dapat menarik investor untuk menanamkan modalnya terutama pada perusahaan go publik pada saat IPO
 Konsep historical cost sering mendapat kritik tajam karena dianggap sudah ketinggalan jaman dan tidak relevan dalam menyajikan informasi akuntansi. Jelaskan pendapat saudara baik setuju maupun yang tisak setuju!

Jawaban :

Konvergensi PSAK ke IFRS saat ini masih menyisakan polemik dalam dunia akuntansi baik itu akuntansi pendidik maupun dalam dunia bisnis. Salah satu penyebabnya adalah penggunaan fair value yang menggantikan konsep historical cost yang selama ini digunakan dalam dunia akuntansi. Ini disebabkan Historical cost dianggap tidak lagi mampu menyajikan informasi keuangan yang relevan dengan kondisi saat ini. Dari sini kita bisa memperkirakan bahwa historicak cost yang selama ini menggunakan persfektif informasi akan ditinggalan oleh pemakainya dikarnakan semakin rumit dan berkembangnya kebutuhan akan informasi akuntansi yang relevan untuk pengambilan keputusana. Sedangakan pada penggunaan historical cost data yang digunakan dalah data lama yang dianggap tidak lagi menggambarkan kondisi perusahaan yang sebenarnya. Dalam perkembangannya saya rasa historical cost akan beralih pada fair value accounting (FVA) yang menggunakan perpektif pengukuran. FVA bisa djadikan dasar oleh investor dalam berinvestasi karena peka terhadap inflasi serta akan memberi informasi yang lebih relevan terhadap kondisi terkini karena metode pengukuranya didasarkan pada kondisi saat ini. Kelemahan-kelemahan dalam historical cost dapat ditutupi. Hanya perlu juga disadari bahwa FVA tidaklah sereliable historical cost.

 Isu tentang  IFRS, IAS, harmonisasi  dan konvergensi  terkait erat dengan  faktor budaya (culture)  antar negara. Berikan  penjelasan  tentang isu-isu  tersebut.

Jawab :

Tidak bisa dipungkiri bahwa perkembangan jaman turut membawa perubahan yang cukup besar dalam dunia akuntansi, dimana diantaranya adalah wacana mengenai implementasi IFRS dalam proses akuntansi secara global. Menurut penulis, hal ini mempunyai kelebihan dan kelemahan masing-masing. Dan uraian dibawah ini adalah pandangan penulis mengenai hal tersebut diatas. Pada dasarnya International Financial Reporting Standards (IFRS) memang merupakan kesepakatan global standar akuntansi yang didukung oleh banyak negara dan badan-badan internasional di dunia. Popularitas IFRS di tingkat global semakin meningkat dari waktu ke waktu. Kesepakatan G-20 di Pittsburg pada tanggal 24-25 September 2009, misalnya, menyatakan bahwa otoritas yang mengawasi aturan akuntansi internasional harus meningkatkan standar global pada Juni 2011 untuk mengurangi kesenjangan aturan di antara negara-negara anggota G-20. Menurut penulis, hal ini cukup baik dimana dunia akuntansi secara global mempunyai satu pedoman inti mengenai prinsip-prinsip akuntansi sehingga terdapat keselarasan diantara satu negara dengan negara lainnya. Namun hal ini tidak mudah diterapkan dalam waktu yang singkat. Menurut kami, terdapat 2 hal pokok yang mendasari pernyataan tersebut. Faktor pertama yang menjadi hambatan dalam penerapan standard ini (IFRS) di negara Indonesia adalah faktor budaya (culture), karena kebiasaan menggunakan standard akuntasi domestik yang sudah menjadi budaya akan sangat sulit mengubah cara/metode itu untuk menerapkan standard international tersebut, kalaupun standard ini diterapkan maka akan membutuhkan waktu yang lama untuk penyesuaian dan kemungkinan adanya sedikit perbedaan dalam implementasinya. Faktor kedua adalah proses terjemahan bahasa akan menjadi faktor kendala dalam proses penerapannya, karena proses penafsiran bahasa sedikitnya membawa arti yang berbeda dalam konteks pemahaman inti/isi standard international tersebut. Faktor budaya menjadi salah satu isu yang cukup rentang dari konvergensi PSAK ke IFRS karena adanya karesteristik dan tingkat yang berbeda antara negra merupakan hambatan yang dihadapai dalam proses harmonisasi standar akuntansi keuangan., kebutuhan dan keinginan antara negara maju dan yang belum maju dan antara Negara yang tingkat pertumbuhan ekonominya sangat tinggi dan Negara dengan tingkat pertumbuhan ekonomi lebih rendah bahkan sangat rendah. Apa yang tepat diterapkan di Amerika Serikat, belum tentu cocok diterapkan di Negara lain dengan karakteristik lingkungan dan perkembangan ekonomi yang berbeda

Soal Teori Akuntansi Bagi I di sini

Kamis, 31 Oktober 2013

Soal Teori Akuntansi (Bag 1)

Jelaskan rerangka konseptual (conceptual framework) menurut saudara, dan sebutkan pula publikasi apa saja yang termasuk rerangka konseptual tersebut.
Jawab :
Definisi FASB, menyatakan bahwa kerangka konseptual akutansi adalah : suatu sistem yang koheren; sub-sub sistemnya adalah (1) tujuan (objectives) dan (2) Konsep fundamental yang saling terkait. Yang dimaksud tujuan adalah konsep-konsep yang mendasari akutansi keuangan, yakni yang menuntun kepada pemilihan trasaksi, kejadian, dan keadaan-keadaan yang harus dipertanggungjawabkan, pengakuan dan pengukurannya, cara meringkas serta mengkomunikasikannya kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Kerangka konseptual ini disusun oleh International Accounting Standard Committee (IASC). Kerangka inipulah yang kemudian diadopsi oleh Iakatan Akuntan di Indonesia yang digunakan sebagai dasar penyusuna laporan keuangan dan penyajian informasi akuntasi. Kerangka konseptual dapat dipandang sebagai teori akuntansi yang terstruktur (Belkauoui, 1993) karena pada dasarnya kerangka konseptual bertujuan untuk :
  • menyatakan ruang lingkup dan tujuan laporan keuangan, mengidentifikasi dan mendefinisikan karakteristik informasi keuangan seperti relevansi, keandalan, komparatif dan mudah dipahami, selain itu kerangka konseptual juga membantu mengindentifikasi dan mendefinisikan elemen-elemen dasar akuntansi seperti aktiva, kewajiban, ekuitas, biaya, pendapatan dan keuntungan.
  • Menjelaskan terntang prinsip-prinsip dan aturan-aturan tentang pengukuran dan pengakukan elemen laporan keuangan dan tipe informasi yang perlu disajikan.
  • Publikasi yang termasuk rerangka konseptual adalah ASOBAT; SFAC no. 1, 2, 3, 5, 6  dan PSAK.
 Perkembangan teori akuntansi dapat dikelompokkan ke dalam teori akuntansi tradisional dan teori akuntansi positif. Jelaskan secara singkat dengan argumen yang mendukung
Jawaban :
Teori akuntansi tradisional: Beberapa pendekatan untuk merumuskan suatu teori akuntansi dikenal sebagai pendekatan tradisional, dikarenakan pendekatan-pendekatan tersebut diwarnai oleh tidak adanya proses verifikasi yang sungguh-sungguh dilakukan dalam upaya mengembangkan suatu teori akuntansi. Pendekatan-pendekatan tradisional lebih merupakan penelitian konvensional daripada aliran baru dalam penelitian yang bersandar pada penalaran tradisional dalam merumuskan kerangka akuntansi konseptual. Pada awal mulanya para penulis hanya menjelaskan praktik yang telah diamati, dan dengan menyajikan aturan pedagogik untuk mengklasifikasi praktik tersebut.Kemudian setelah U.S. Securities Acts 1933 dan 1934 mengatur disclousure para teoretisi akuntansi mengembangkan teori normative. Pada masa itu, validitas empiris dari hipotesis sebagai tempat bersandarnya teori normative tidak mendapat perhatian.
Teori akuntansi positif: Teori akuntansi positif bertawal dari penelitian yang dilakukan oleh Watts dan Zimmerman. Watts dan Zimmerman tidak menggunakan teori normative, melainkan teori positif yang dalilnya menjelaskan bagaimana bekerjanya dunia nyata. Teori akuntansi positif ini dapat digunakan untuk menjelaskan dan memprediksi fenomena. Teori ini tidak akan dibuktikan kebenarannya, melainkan akan diuji apakah prediksinya dapat ditolak oleh bukti empiris. Teori terdiri atas asumsi dan sehimpunan hipotesis substantif. Garis besar metodologi positivist: pengembangan teori dimulai dengan penjelasan fenomena yang dipikirkan oleh peneliti. Di samping itu juga harus ada asumsi baik dinyatakan atau tidak. Setelah dipelajari saling hubungan antarfenomena dengan asumsi tertentu, diderivasi hipotesis, kemudian dikumpulkan data yang dibutuhkan. Prosedur berikutnya, menguji hipotesis. Jika terbukti tidak salah, muncullah teori. Teori akan selalu berubah dan ber-evolusi jika ada usaha oleh peneliti (lain) untuk mengembangkan metodologi peneliti sebelumnya.

Jelaskan perkembangan teori akuntansi positif dan hubungannya dengan kemajuan riset akuntansi dan pasar modal!
Jawaban :
Pada akhir Abad 19 dan Awal Abad 20 para penulis akuntansi terutama memfokuskan pada penjelasan tentang praktik akuntansi yang dapat diobservasi, dengan menyediakan aturan pedagogik untuk tujuan pengklasifikasian terhadap praktik. Teoritisi akuntansi pada saat itu (US Securities Act 1933-1934) memusatkan perhatiannya kepada usaha penetapan pelaporan keuangan sebagaimana yang seharusnya (pendekatan normatif). Setelah periode ini, mulailah dikenal pengujian empiris dengan didukung oleh penggunaan data base yang berasal dari CRSP (Center for Research in Security Prices). Pengkombinasian data dengan menggunakan komputer banyak menghasilkan penelitian mengenai perilaku harga saham dan pengaruh informasi terhadap harga saham (misal: Fama, 1976). Hasil penelitian empiris ini membawa kepada pengembangan tentang EMH (efficient markets hypothesis).
Saat buku disusun (1986an)      literatur  yang berkembang berisi berbagai studi dengan menggunakan teori berbasis finance dan atau teori regulasi untuk menjelaskan praktik akuntansi dan auditing yang terjadi.

Selasa, 25 Desember 2012

VARIABEL DAN PENGUMPULAN DATA


VARIABEL DAN PENGUMPULAN DATA
I.            VARIABEL
Variabel adalah suatu karasteristik, ciri, sifat waatak, milik atau keadaan yang melekat pada beberapa subyek, orang atau barang, yang dapat berbeda-beda intensitasnya, banyaknya, atau kategorinya. istilah variabel dapat diartikan bermacam – macam. Dalam tulisan ini variable diartikan sebagai segala sesuatu yang akan menjadi objek pengamatan penelitian. Sering pula dinyatakan variabeL penelitian itu sebagai faktor-faktor yang berperan dalam peristiwa atau gejala yang akan diteliti.
Menurut Y.W Best yang disebut variabel penelitian adalah kondisi-kondisi atau serenteristik-serenteristik yang oleh peneliti  dimanupulasikan, dikontrol atau dioservasi dalam suatu penelitian. Sedang Direktorat Pendidikan Tinggii Depdikbud menjelaskan bahwa yang dimaksud variabel penelitian adalah segala sesuatu yang akan menjadi objek pengamatan penelitian. selanjutnya

Analisis Data Kuantitatif dan Kualitatif


Analisis Data Kuantitatif dan Kualitatif
Analisis Data
·         Tujuan Utama Analisis Data
Dalam analisis data terdapat tiga tujuan utama yang ingin dicapai seorang penelti yakni:
1.      Perasaan Terhadap Data. Kita bisa memperoleh persaan terahadap data dengan memeriksa tendensi sentral dan dispersi. Rerata hitung (mean), kisaran (range). Standar deviasi (standard deviation), dan varians (variance) dalam data akan memberi peneliti ide yang baik tentang bagaimana responden bereaksi terhadap item dalam kuesioner dan seberapa baik item dan ukuran yang dipakai,
2.      Menguji ketepatan data. Untuk menguji ketepatan data, seorang penelti bisa melihat/meguji dua hal yakni :
-          Keandalan
Keandalan (reliablity) pengukuran dibuktika dengan menguji konsistensi dan stabilitas. Konsistensi menunjukkan seberapa baik item-item yang mengukur sebuah  keandalan yang menunjukkan seberapa baik item dalam suatu kumpulan secara positif berkorelasi satu sama lain. Alfa cronbach dihitung dalam rata-rata interkorelasi antar-item yang mengukur konsep. Semakin dekat alfa Croncbach dengan 1, semakin tinggi keandalan konsistensi internal. Untuk keandalan konsistensi yang dipakai dalam situasi spesifik adalah koefisiensi keandalan belah dua (split-half reliability coeficient). Karena koefisiensi ini mewakili korelasi antara dua bagian dari satu kumpulan item koefisiensi yang dihasilkan akan bervariasi tergantung pada bagaimana skala dibelah.
-          Validitas. Validitas faktorial (factorial validity) dapat diperoleh dengan memasukkan data untuk analisi faktor. Analisi faktor ini akan megungkapkan apakah dimensi benar-benat diungkap oleh item dan pengukuran, sebagaiman aditeorikan.
Validitas berdasarkan kriteria yakni validitas yang dapat dihasilkan dengan menguji kekuatan pengukuran untuk membedakan individu yang diketahui berbeda
Validitas konvergen bisa dihasilkan jika terdapat tingkat korelasi yang tinggi diantara dua sumber yang berbeda yang merespon ukuran yang sama
Validitas diskriman (discriminant validity) dapat dihasilkan jika dua konsep  dapat dihasilkan jika dua konsep yang jelas berbeda tidak berkorelasi satu sama lain seperti misalnya keberanian dan kejujuran : kepemimpinan dan motivasi, sikap dan prilaku.

FENOMENOLOGI, ETNOGRAFI DAN GROUNDED THEORY DALAM PENELITIAN KUALITATIF


FENOMENOLOGI, ETNOGRAFI DAN GROUNDED THEORY
DALAM PENELITIAN KUALITATIF
I.                   PENDAHULUAN
Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ailmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Dewasa ini kita mengenal berbagai macam metode penelitian, yang semuanya digologkan kedalam dua kateori dasar yakni metode penelitian kualitatif dan metode penelitian kuantitatif atau biasa disebut metode penelitian positivistik dan metode penelitian non-positipistik/post-positipistk. Metode penelitian kuantitatif sudah cukup lama digunakan dalam penelitian, sedangkan metode penelitian kualitatif masih tergolong metode baru dalam duina peneltian. Secara garis besar terdapat perbedaan yang sangata mendasar dari kedua metode tersebut. Metode-metode dalam penelitian kuantitatif pada umumnya melibatkan proses pengumpulan, analisis data, serta penulisan hasil-hasil penelitian secara terstruktur dan lebih formal, sedangkan pada penelitian kualitatif dalam pengumpulan, analisis, dan interpretasinya sangat berbeda dengan prosedur-prosedur kualitatif. Dalam makalah ini akan dibahas beberapa metode dalam peneltian kualitatif anatara lain Fenomenologi, Etnhograp dan Grounded Theory. selengkapnya

Paradigma Interpretif, Kritis, dan Postmodern Dalam Penelitian Sosial


Paradigma Interpretif, Kritis, dan Postmodern
Dalam Penelitian Sosial

I.                   PENDAHULUAN
Perkembangan paradigma kualitatif dalam ilmu sosial beberapa tahun terkhir di Indonesia mengalami peningkatan yang cukup baik. Indikatornya bisa dilihat dari semakin banyaknya peneliti-peneliti yang menggunakan pendekatan kualitatif dalam penelitiannya. Pendekatan kualitatif dalam penelitian sosial sebenarnya sudah dikenal  atau mulai digunakan di barat sekitar  tahun 1970an, tapi terkhusus di Indonesia pendekatan kualitatif baru terdengar gaungnya beberapa tahun terakhir ini. Di indonesia hanya sebagian kecil universitas memberikan pemahaman kepada mahasiswa tentang mulitiparadigma dalam penelitian sosial. Keangkuhan intelektual yang menganggap kebenaran ilmu hanya bisa diperoleh dari pendekatan empirisme  menyebabkan hegemoni pendekatan positivisme  sampai sekarang masih sangat kuat dan mengakar. Ini dikarenakan karena adanya persepsi tentang pendekatan kualitatif yang menurut sebagian ilmuan kurang ilmiah
Jensen  (1991) dalam mulayana (2008) mengemukakan , pertumbuhan paradigma kualitatif setidaknya dipicu oleh dua kondisi historis. Pertama, kondisi internal dalam komunitas ilmiah : banyak pakar dan lembaga yang mempertanyakan daya eksplanatori pendekatan empiris konvensional dalam ilmu sosial. Terdapat banyak konsensus bahwa banyak isu penelitian tidak cukup ditelaah melalui metode positivistik-kuantitatif. Kedua, kondisi eksternal diluar komunitas ilmiah : perkembangan ilmu sedikit banyak berkaitan perusahan dalam bidang sosioekonomi yang lebih luas, sehingga pendekatan kualitatif diperlukan untuk berdaptasi dengan bentuk realitas sosial yang baru, yang sering disebut masyarakat pasca industrial, era pasca modern, dan mayarakat informasi. artikel lengkapnya disini

Pasar Efisien


PENDAHULUAN
            Teori pasar sekuritas efisien dapat memberikan prediksi bahwa harga-harga sekuritas yang merupakan hasil interaksi memiliki beberapa karakteristik menarik. Pada dasarnya, harga-harga tersebut mencerminkan secara tepat (properly reflect) pengetahuan kolektif dan kemampuan memproses informasi yang dimiliki investor. Sesungguhnya proses yang terjadi terhadap harga sekuritas cukup kompleks dan tidak mudah dimengerti. Namun, secara umum gambaran tentang proses tersebut mudah untuk dilihat dan hal tersebut merupakan inti pembahasan di dalam bab ini.
            Efisiensi pasar sekuritas memiliki implikasi yang penting di dalam akuntansi keuangan. Salah satunya adalah bahwa efisiensi pasar sekuritas membawa implikasi secara langsung terhadap konsep full disclosure. Efisiensi berimplikasi bahwa informasi mengandung disclosure, bukan dalam bentuk disclosure itu sendiri, tetapi yang bermanfaat bagi pasar. Sehingga, informasi dapat di sampaikan dengan mudah dalam bentuk catatan kaki (footnotes) dan mengungkapkan tambahan (supplemantary disclosure) seperti halnya yang terdapat di dalam laporan keuangan itu sendiri.
            Sesungguhnya, di dalam teori pasar efisien informasi akuntansi berada pada posisi bersaing (competition) dengan sumber-sumber informasi lainnya seperti berita-berita dalam media (new media), analis keuangan (financial analysts), dan bahkan harga pasar itu sendiri. Sebagai suatu alat atau sarana untuk menyampaikan imformasi kepada infestor, informasi akuntansi akan bermanfaat hanya apabila infomarmasi tersebut relevan (relevant), dapat di percaya (reliabel), tepat waktu (timely), dan hemat (cost-effective), relatif dibandingkan dengan sumber informasi lainnya.
            Teori pasar sekuritas efisien juga memberikan petunjuk penting mengenai alasan teoritis utama tentang keberadaan akuntansi yang disebut information asymmetry. Ketika beberapa partisipan pasar mengetahui lebih banyak dibandingkan partisipan yang lain, maka akan terjadi tekanan untuk menemukan mekanisme dalam rangka mendapatkan informasi yang lebih baik, ada pihak-pihak tertentu yang akan melakukan dengan lebih cepat, dan ada pihak-pihak tertentu yang dengan kredibel mengkomunikasi informasi yang cukup untuk dapat melindungi diri mereka sendiri kemungkinan eksploitasi untuk mendapatkan informasi yang lebih baik. Insider trading merupakan contoh mengenai terjadinya eksploitasi.
selengkapnya disini